Jika tidak Pacaran, Bagaimana Kita dapat Jodoh?

Takut gk punya jodoh?
Takut gk ada yg perhatiin?
Takut dibilang jones?
Takut dibilang gk laku?
Takut gk ada yg mau nikahin kamu/ajak kamu nikah?
Takut malah kedapetan yg jelek dimasa depan?
Takut diambil sama orang jadi kita yg harus nembak dia?
Takut dibilang culun gk punya gebetan?
Takut……

Itulah masalah remaja masa sekarang. Takut gk punya pasangan
yg sejatinya belum tentu dimasa depan akan kita nikahin atau
mau ngajak kita nikah. Lantas klo dah pacaran mau ngapain?
1.Panggil mamih papih?
2.Curi-curi pandang?
3.mulai coba jalan2 berdua kesuatu tempat?
4.mulai saling mentraktir?
5.mulai coba-coba pegang tangan dia?
6.mulai coba-coba peluk2an di belakang pohon?
7.Mulai bilang lophe-lophe nyuu?
8.mulai coba-coba cium pipi dia?
9.mulai coba-coba pegang yg lain?
10.mulai coba-coba………. (tiiiiiiiittttt 18 tahun
keatas)??????
11.Mulai merasakan muntah-muntah gk jelas?
12.Mulai merasa perut koq ada yg aneh?
13.Pas di tes kluar 2 garis?
14.Mulai bingung kenapa bisa kebobolan? (Mank main bola?)
15.mulai ajak tanggung jawab (ya klo mau, klo gk???) tapi
ternyata kabur yg berbuat???
16.yg cewe mulai stres n mengambil jalan keluar aborsi
(itupun klo aman, klo gk???)?
17.yg cowo dah males temuin cewe yg lama, mulai cari gebetan
baru???
(dan sikluspun kembali dari nomor satu)

Gendeng toh? Muter-muter kabeh gk jelas.
Buat yg cowo akan muncul pertanyaan,
situ gk laku atau maunya seneng-seneng doang?
Atau mank gk jantan jadi cuman berani lewat pacaran?
Buat yg cewe jg muncul pertanyaan,
situ gk punya harga diri atau mank dasar murahan?
Buat dua-duanya juga muncul pertanyaan,
-kalian klo dah kebablasan kayak kejadian diatas mau apa?
-yah mau gimana lagi klo bisa ya jangan sampe kebablasan mas
tapi yah klo dah kejadian ya mau gk mau di aborsi aja.
Gampang kan mas? Toh kita belum membina keluarga koq
-jadi kalian akan tetep pacaran gitu? Meski tar kalian dah
putus?
-Iya mas, kita gk bisa sendirian tau mas, harus ada yg
mendukung dan mendampingi kita mas
-……….

Dari pertanyaan diatas bakalan melahirkan pertanyaan baru
sampe yg baca bosen (jadi saya potong aja yee). Rata-rata
bagi yg polos atau pergaulannya masih teratur, mereka
menganggap pacaran sebagai ajang saling mendukung,
mendampingi, mencintai dll. Sehingga wajar bila siklus yg
saya jelaskan tadi (yg nomor 1-17) akan berlangsung sangat
lama bahkan mungkin nomor 9-17 tidak akan terjadi, namun
bila nomor 9-17 tidak terjadi apakah mereka masih tetap
dianggap berzina? Kan model pacaran mereka gk sampe
kebobolan?

Teman-temanku yg dirahmati Allah swt, dalam Al-Qur’an surat
Al-Isra ayat 23 yang artinya “Dan janganlah kamu dekati
zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji
dan suatu jalan yang jelek”. Mendekati saja tidak boleh,
apalagi klo dah pas ngelakuin? Dah tau toh jawabannya.
Lantas yg “mendekati” itu seperti apa? Mudah saja. Kalian
saling curi-curi pandang atau kedip-kedipan mata kayak
kelilipan? Dah zina mata, coba ngelirik si dia pas si dia gk
sadar klo kita liatin? juga termasuk zina mata lagi. Dan
masih banyak lagi hal-hal yg pada akhirnya menyebabkan kita
mendekati zina bahkan nantinya bakalan jadi berpacaran.

Trus gimana dong dil? Masa cinta ditahan-tahan? Tar keburu
diambil orang kan susah lagi dapet yg secantik/seganteng dia
(pasang muka sedih emoticon nangis bombay). Tenang aja, ada
solusinya koq, Islam adalah agama yg mempermudah segala
urusan berdasarkan hukum syara’ yg insya Allah mendapat
ridho dari Allah swt. Caranya adalah baca Surat An-Nuur ayat
26 : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang
keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita yang keji
(pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki
yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita
yang baik (pula)”. Nah diayat tersebut sudah jelas bahwa
seseorang “yang baik” pastilah akan bersama “yang baik”
sedangkan “yang buruk” sudah pasti bersama “yang buruk”. Nah
sudahkah kita berkaca pada diri sendiri? Apakah pacaran akan
membawamu kepada sesuatu “yang baik”? Bila memang tidak,
kenapa harus dilanjutkan? Insya Allah jodoh ditangan Allah swt, tinggal bagaimana kita saja yang bisa meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita.

Lantas bagaimana caranya Dil supaya tidak berpikir lagi
tentang cewek/cowok? Gampang kok. Coba saja yang merasa
dirinya pria (klo tidak ngerasa sih yah mohon maaf) silahkan
baca Al-Qur’an surat An-Nuur ayat 30 “…Hendaklah mereka
menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya…” jadi
yang laki-laki cukup tahan pandangan kalian serta jaga
kemaluan (tidak hanya kemaluan tapi seluruh tubuh kalian)
agar tidak lagi sembarang melakukan hal-hal yang seharusnya
tidak dilakukan dengan yang bukan mahram kalian, serta
mensibukkan diri kalian dengan kegiatan yang bermanfaat yang
diutamakan mengkaji Al-Qur’an dan Islam. Untuk yang merasa
wanita/perempuan/gadis/cewek/akhwat/sejenisnya (mank ada
lagi yah sebutan lainnya?) baca juga surat An-Nuur ayat 31
“…Hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara
kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya,
kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah
mereka menutup kain kudung ke dadanya, dan janganlah
menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, ata
ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra
mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara laki-
laki mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami
mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putra-putra
saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan
mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang
mereka miliki…” . Maksudnya apa Dil? Ya bagi wanita juga
sama sperti yang pria yaitu menahan pandangan dan juga
kemaluan/tubuhnya terutama. Serta pakailah kerudung yang
syar’i agar diri kalian lebih terhormat dan terhindar dari
godaan lelaki bejat.

Semoga dari tulisan ini kita bisa mengetahui maknanya dan
bagaimana cara kita berhubungan sosial dengan yang buka
mahram kita serta tidak lagi pusing mendapatkan jodoh.
Aamiin Ya Rabbal’alamin

Iklan

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s