Cara agar Interaksi Kita tak Berujung “Nafsu”

Assalamu’alaikum wr. wb. guys πŸ˜€
Sebelumnya kita telah membahas tentang bagaimana kita mendapatkan jodoh tanpa pacaran. Namun bagaimana caranya kita menghindari agar kita tidak terjerumus dalam perbuatan yang mendekati zina padahal kita hidup dalam sosialita? Karena sudah fitrahnya kita memiliki 2 kebutuhan (hajatun) yaitu hajatun udwiyah (kebutuhan jasmani) dan sebuah naluri (Gharizah) dalam mencintai atau menyukai lawan jenis atau istilahnya Ghrizatun Na’u. Tapi kita tak bisa memutuskan agar kita seluruh hidup kita terpisah dengan lawan jenis. Tak mungkin!!! Karena pstinya ada hal yang hanya bisa dilakukan pria namun tak bisa dilakukan wanita dan sebaliknya. Contohnya apakah pria bisa menyusui (bukan dengan susu formula) anak? Apakah wanita bisa menjadi kuli bangunan? Dari hal tadi saja tak bisa kita balik, semua memiliki keterkaitan satu sama antara pria dengan wanita.

Lantas bagaimana Dil cara kita berinteraksi dengan lawan jenis tanpa menimbulkan syahwat/nafsu? Ok disini kita akan bahas mengenai caranya dalam Islam secara syar’i agar kita bisa tetap memenuhi kebutuhan kita dengan tuntunan yang Islamiyah. πŸ˜‰

Inilah cara-caranya πŸ˜‰ :
1. Tundukkan pandangan
dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 30 dan 31 keduanya pada awal ayat membahas hal yang sama yaitu “menahan pandangan”. Maka cobalah teman-teman walau itu susah namun cobalah untuk menahan pandangan kita terhadap lawan jenis agar pandangan kita tak menimbulkan syahwat. Adapun sebuah hadist riwayat Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, Al Baihaqi dan Al Hakim yang berisi “Wahai Ali, jangan engkau ikuti pandangan dengan pandangan berikutnya, karena bagi engkau adalah pandangan yg pertama, dan bukan hak engkau pandangan berikutnya”. Maka saat kita melihat seseorang secara tak sengaja yang sepertinya menarik/cantik/tampan, maka cukupkan pandangan tersebut karena bila kita melihat ia lagi walhasil itu bukanlah hak kita melainkan itu dorongan syahwat dari syaithan.
2. Jauhi kegiatan “Berdua-duaan”
4 ulama (Syafi,i, Hanafi, Maliki, Hanbali) telah bersepakat bahwa haram hukumnya berdua-duaan (ini dimaksudkan di sebuah tempat yang sepi dan tak ada orang sama sekali atau mojok di sebuah tempat yang sebenarnya ramai namun kamu memilih ke tempat paling ujung dari keramaian tersebut sampai suara kalian berdua tak terdengar khalayak ramai). Maka usahakan kita tak sampai berduaan dengan lawan jenis, kalau perlu ajak teman kita tak berduaan saat itu. Dan bila khalwat tersebut harus terjadi, maka dilihat terleih dahulu keperluannya. Bila keperluannya adalah kepentingan yang masih bisa masuk akal seperti belajar atau membicarakan hal penting berkaitan dengan kepentingan umum maka diperbolehkan. Selain itu? Mohon hindari yah.
3. Dijaga pakaiannya
Ini berhungungan dengan poin satu tadi adalah bagaimana dari diri kita sendiri tak menarik perhatian umum. Untuk wanita sudah dijelaskan dalam surat An-Nur ayat 31 untuk memakai kerudung syar’i yang menutup hingga dada dan menggunakan jilbab (yang seperti orang bilang gamis) seperti dalam surat Al-Ahzab ayat 59 serta longgar dan tak transparan berdasarkan hadist riwayat Malik dan Muslim. Untuk pria cukup sederhanakan pula pakaian kita dan tidak diperbolehkan memakai kain sutra maupun pakai perhiasan serta aksesoris kita yang terlihat “Nyentrik” karena akan memancing perhatian terhadap lawan jenis dan di sekitarnya.

Ingat! Kejahatan bukan hanya terjadi karena adanya niat pada pelaku, tapi juga karena KITA SENDIRI YANG TERPANCING ATAU MEMANCING. So, Waspadalah! Ingatlah Pada Allah swt! Be Jomblo Berkualitas! πŸ˜‰

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s