Pergaulan Bebas? Kok Makin Marak???

Pertanyaan diatas sebenarnya bukan hal yang asing bagi kita,
namun masalahnya mengapa saat ini mulai marak lagi
kejadannya? Apakah memang kasus ini seperti layaknya musim
durian yang muncul hanya pada masa-masa tertentu? Seperti munculnya kasus pelecehan anak dibawah umur yang mulai TK
JIS (Jakarta International School). Apakah dari kasus
tersebut baru dikatakan “inilah impact dari pergaulan
bebas?”

Namun kita tarik kembali waktu ke beberapa waktu yang lalu
saat muncul fenomena “Cabe-Cabean” yang sempat marak
dikalangan berita maupun kalangan anak muda khususnya mereka
yang sering “Nongkrong” di pinggir jalan dan melakukan
aktivitas seperti balapan liar atau sekedar hang out.
Fenomena ini muncul dengan deskripsi penggambaran anak
remaja wanita berusia antara 13-17 tahun dengan pakaian
serba minim (you know lah para akhwat tidak perlu saya
jelaskan tar pada malu lhoo) yang notabenenya mereka juga
anak motor namun statusnya “murah” sekali untuk diajak
bermain “ML” dengan remaja pria lainnya atau dijadikan bahan
taruhan. Lantas apakah ini juga salah satu sebab maraknya
seks bebas tak terkontrol?

Ok sepertinya kita perlu menaiki mesin waktu untuk melihat
kembali masa lalu lebih jauh lagi (summon kuchiyose doraemon
haha). Ternyata di masa lalupun ada fenomena yang tak kalah
mengerikan yaitu “jablay”. Hampir mirip dengan fenomena
cabe-cabean. Wanita panggilan dengan mudah di pinggir jalan,
gadis-gadis usia 13-17 tahun. Kata jablay itu sendiri bisa
jadi sebuah kata “mesoh” atau “ledekan semata” atau bisa
jadi memang dialah sang “pemain” dari jablay itu sendiri.
Lantas apakah dari fenomena inilah seks bebas mulai merambah
“terlalu bebas?”

Ternyata tidak wahai teman-temanku yang dirahmati Allah swt.
fenomena ini sudah muncul sejak zaman dahulu, di Indonesia
sebenarnya sudah ada semenjak negara ini belum merdeka dan
itu juga masih ada sekarang. Bahkan diluar negeri, ini sudah
terjadi sejak zaman dimana eropa mulai melakukan sistem
“Liberalisme”. Kala dimana seseorang bebas melakukan apapun,
minum apapun, berhubungan dengan siapapun atau bahkan
menganut ajaran apapun. Bekerja dengan cara apapun,
mendapatkan sesuatu dengan segala cara, dan tak perlu bicara
mengenai kematian karena hidup itu harus “Bebas”.

Akibatnya semua orang tidak memiliki aturan yang mengikat.
Bagaimana cara bekerja yang baik, cara mendapatkan nafkah
yang halal, cara berhubungan dengan lawan jenis, cara
mendidik anak sesuai usianya dll itu semua dilepas dan
dibebaskan dizaman sekarang. Padahal sejatinya sebuah
elektronik seperti smartphone saja memiliki aturan
pemakaiannya agar kita nyaman dalam pemakaian saja, apalagi
manusia yang lebih sempurna dibandingkan smartphone?

Padahal sejak dahulu manusia telah mendapatkan aturan
langsung dari Allah swt sang pencipta melalui Rasulullah
SAW. Aturan yang mencakup seluruh hajat hidup manusia tanpa
terkecuali. Bahkan salah satunya membahas bagaimana
pendidikan pada remaja yang saat ini dilupakan. Ya itu
adalah aturan ISLAM. Tidak percaya? Menurut teman-teman
apakah ada bukti seorang remaja yang dididik dengan cara
Islam bisa menjadi lebih baik? Ternyata……………..

ADA.

Salah satunya adalah seorang pemuda berkarisma tinggi yaitu
Sultan Muhammad II atau dalam bahasa Turki Sultan Mehmed II
atau penggilan kerennya Muhammad Al-Fatih. Umur 19 tahun ia
sudah memimpin berbagai medan perang dan di umur 21 tahun
menaklukkan konstantinopel yang notabenenya “Kota pertahanan
yang tak terkalahkan”.

Itu dari pria, bagaimana dengan yang perempuan? Lebih banyak
lagi lho. Seperti contohnya Aisyah binti Abu Bakar, Hafshah
binti Umar dll yang mereka saat itu masih berusia belia
namun telah menjadi periwayat hadist terbanyak dan mereka
mendapat kehormatan menikah dengan Nabi Muhammad SAW.

Apa bedanya remaja dizaman sekarang dengan remaja unggul dimasa lalu?

  1. Remaja dizaman sekarang tidak diikat oleh aturan dan
    pendidikan yang pas seperti aturan Islam
  2. Peran orangtua tidak menekan penuh aturan Islam sebagai
    cara hidup, hanya sebatas ibadah semata
  3. Peran masyarakat sudah tak peduli dengan lingkungan
    sekitar dan menganggap remeh dakwah
  4. Pemerintah tidak menerapkan aturan Islam

Lantas apa solusinya Dil? Mas Adil enak keluarganya Islamis
sekali dan tegas mengatur kehidupan antum, sedangkan kita
sih dibiarkan begitu saja. Bukan!!! Faktor tersebut tidak
bisa di justifikasi terutama pada saya. Trus apa solusinya
untuk mengatasi gejala “Seks Bebas Dikalangan Remaja”?

  1. Ajarkan pada anak-anak untuk mulai mengetahui bahwa Islam
    adalah cara hidup dan didik mereka dengan akhlak Qur’an
  2. Beri mereka sedari kecil kesibukan yang Islami seperti
    menghafal surat-surat pendek Al-Qur’an dan tadarus setiap
    ba’da maghrib
  3. Selalu sajikan cerita-cerita menarik tentang inspirasi
    atau sahabat-sahabat Rasulullah atau pahlawan Islam
  4.  Ajarkan mereka betapa pentingnya menjaga diri baik itu dari cara berpakaian maupun akhlak dan aqidah serta fiqh dalam keseharian
  5. Sebagai orang tua, seringkan diri anda untuk melakukan
    mutaba’ah atau pendekatan personal pada anak anda sejak kecil agar anak
    lebih terbuka dan lebih menerima ajaran anda. Selesaikan
    semua problem anak anda secara islami, Insya Allah anak akan
    semakin penasaran dengan islam itu sendiri
  6. Di masyarakat. terapkan bahwa dakwah itu penting dan
    tegakkan amar ma’ruf nahi munkar
  7. Jangan takut menolak kebatilan walau itu dari teman
    sendiri
  8. Terapkan sistem syariah dan khilafah di dunia ini

Semoga bermanfaat dan bisa menyelesaikan problem yang ada di dunia ini 😉

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s