HIV/AIDS Memprihatinkan!

Oleh: Eri Handayani, Ibu Rumah Tangga, Gedebage, Bandung

PENYEBARAN virus Human Immunodeficiency Virus/Accuired ImmunoDeficiency Syndrome (HIV/AIDS) telah menyasar kalangan remaja berusia 15-29 tahun. Sebanyak 46,9 persen diidap oleh mereka. ”Jika melihat data yang ada, penyebaran HIV/AIDS di Indonesia telah memasuki taraf yang memprihatinkan,” ungkap Bupati Bandung Dadang Mochamad Naser,Republika Online, Selasa (14/10).

Ia menunjukkan data di Jawa Barat pada triwulan I tahun 2014 telah sebanyak 11.084 orang teridentifikasi mengidap HIV dan 4.131 orang mengidap AIDS. “Secara kumulatif sebanyak 1.272 orang pelajar dan mahasiswa telah terinfeksi virus mematikan tersebut melalui hubungan seksual dan penggunaan narkoba suntik,” cetusnya.

Virus dan penyakit mematikan ini, diakui atau tidak, sebenarnya bersumber dari kehidupan sosial yang salah. Free love, free sex, pergaulan bebas, prostitusi, baik yang dilokalisasi maupun liar, merupakan sumber utama perkembangbiakan penyakit ini. Dengan kata lain, semua ini terjadi akibat diterapkannya sistem pergaulan yang salah yang merupakan turunan dari sistem kufur.

Sistem demokrasi liberalisme yang berlaku di negara ini menciptakan gaya hidup hedonis dan liberal. Kebebasan berperilaku membuat seseorang dapat melakukan apa pun termasuk pergaulan bebas (free sex, free love). Di tambah lagi sistem pengajaran di sekolah yang tidak mendidik siswa menjadi remaja yang berkepribadian Islam. Di tingkat masyarakat pun tidak ada pengawasan bahkan cenderung masyarakat cuek dengan kondisi sekitar selama yang menjadi korban bukan anggota keluarga mereka.

Di level negara sebagai lembaga yang berwenang memberikan aturan dan sanksi bagi pelaku, justru kesannya “melegalkan” kebebasan tersebut. Kejahatan dan penyimpangan seksual seperti homoseksual dan pelacuran malah berusaha dilindungi dengan alasan HAM.

Seorang muslim harusnya menyadari bahwa solusi dari seluruh permasalahan ini adalah karena tidak menggunakan Islam sebagai solusi dari seluruh permasalahan yang terjadi. Allah berfirman:”Telah tampak kerusakan di daratan dan lautan akibat ulah tangan manusia, Dia (Allah) menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kepada Allah).” (TQS ar Ruum[21]:41).

Ketaqwaan seorang muslim hanya dapat dicapai dengan kembali kepada aturan Allah (sistem Islam), maka kehidupan antara pria dan wanita diatur sedemikian rupa sehingga tidak akan ada lagi free sex, free love di tengah-tengah kaum muslim. Mereka dilarang berdua-duaan pria dan wanita yang bukan mahram, termasuk pacaran. Kaum pria pun diwajibkan untuk menundukkan pandangan terhadap kaum wanita sehingga terhindar dari pandangan syahwat. Islam pun mewajibkan pria dan wanita yang sudah baligh agar menutup aurat mereka di hadapan siapapun yang bukan mahramnya. Semua ini adalah ketentuan yang telah diatur dalam sistem Islam untuk membentuk masyarakat yang baik dan sehat.

Namun ketaqwaan individu dan masyarakat tidak akan tercipta tanpa dukungan dan penerapan dari negara selaku institusi penerap hukum. Sehingga negara perlu menerapkan sanksi yang tegas apabila ada pelaku yang melakukan pelanggaran. Sebagaimana Khilafah akan memberikan hukuman jilid 100x bagi pelaku zina yang belum menikah dan rajam bagi pelaku zina hingga mati.

Dengan pemberian sanksi tersebut akan mengurangi jumlah penderita HIV/AIDS sekaligus membersihkannya, baik dari dampaknya kepada orang lain, maupun dosanya di sisi Allah SWT. Sementara bagi penderitanya, Islam mewajibkan negara untuk menyediakan pengobatan yang optimal bagi mereka, secara gratis. Setelah itu mereka akan dibina untuk meninggalkan segala bentuk kemaksiatan atas dasar kesadaran dan dorongan iman dan ketaqwaan.

Pintu amar ma’ruf nahyi mungkar pun dibuka lebar bahkan hal itu merupakan kewajiban semua muslim, termasuk untuk mengoreksi penguasa jika lalai melakukan itu semua. Dengan semua itu ancaman HIV/AIDS bisa diatasi. Semua itu hanya bisa diwujudkan sempurna jika aturan Allah diterapkan secara total dan utuh. Dan itu hanya bisa dilakukan melalui institusi Khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Wallahu’alam bishawwab.

 

Dikutip dari :

http://www.islampos.com/hivaids-memprihatinkan-141071/

Iklan

2 Comments

    • Masalahnya adalah bukan seberapa bahaya dari segi penyakitnya itu, virus bola menular melalui hewan seperti nyamuk dan itu bisa ditanggulangi, tapi aids? Sangat sukar, kenapa? Karena penyakit ini sudah berhubungan dengan salah satu kebutuhan manusia yaitu seks dan cinta. Masalahnya untuk kasus ini tidak mudah untuk dicegah sebatas memberantas virusnya saja, tapi harus ada pencegahan baik itu dari sisi individu, masyarakat serta negara

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s