Apa Niat Kita Menikah?

Mungkin pertanyaan ini sepele bagi manusia pada umumnya. Alasan umumnya pasti mencakup hal-hal seperti memiliki keturunan, obat bagi mereka yang tengah jatuh cinta, agar ada yang mau menemani kita bila bepergian (dengan seseorang yang sudah halal karena bisa jadi ketika bepergian jauh tak ada mahram yang bisa menemani kita sehingga harus ada yang mendampingi), agar terhindar dari maksiat/perzinahan, terhindar dari zina mata/hati, agar tidak kelamaan jomblo, agar tidak baper (bawa perasaan) akut karena indahnya teman-teman kita yang telah menikah dengan pasangannya, agar ada yang bisa mengurusi laki-laki dalam meng-handle rumah ketika lelaki bekerja, agar ada yang memanjakan lelaki/perempuan dikala naluri ingin disayang-nya lagi bergejolak, agar…….dan banyak sekali dari sekian banyak alasan yang gak akan ada habisnya.

Mari saya tanya balik kepada anda yang memiliki alasan-alasan diatas. Bila anda sudah menikah suatu hari nanti dengan “alasan” diatas, kemudian “alasan” anda menikah telah terpenuhi hanya dalam 1 hari atau 1 minggu atau 1 bulan, lantas apa yang akan anda lakukan? Merasa kahabisan “alasan”?

Seperti yang ditulis oleh master kita Lucky B. Rouf dalam akun @dwalimah bahwa komitmen seperti hanya sekedar mencari pendamping hidup, memiliki keturunan maupun sekedar ada yang pijat kita para lelaki setelah kerja memang bukan komitmen yang salah, namun komitmen/alasan tersebut sangatlah lemah. Perlu adanya upgrade untuk anda yang akan menikah. Upgrade terkait alasan mengapa engkau mau menikahi dia dan kenapa engkau menerima dirinya sebagai imam masa depan. Sebuah alasan/komitmen yang ia tak akan ada habisnya dan komitmen itu akan lengang sampai masuk surga bersamanya. Suatu komitmen yang mantap yang ketika diri ini sudah menua, namun komitmen itu akan tetap ada untuk kita berdua.

Upgrade niat anda menikah, apalagi yang ingin menikah muda.

Nah disini saya juga ingin menekankan untuk anda sebagai pengemban dakwah baik yang ada di lingkungan penulis maupun diluar sana yang sedang membaca tulisan saya saat ini. Bila anda memilki niat untuk menikah (baik itu menikah muda maupun menunda pernikahan di usia yang dirasa cukup matang). Bila anda juga memiliki niat untuk menikah dan alasan anda menikah masih seputar alasan seperti di paragraf pertama, maka saya ucapkan SELAMAT………………………………………anda memiliki alasan yang harus di UPGRADE pula.

Yup harus di upgrade. Ini dilansir dari pengalaman pribadi saya dengan guru saya beberapa waktu yang lalu. Ketika itu saya tengah mengadakan diskusi dengan beliau. Saat itu saya berdiskusi terkait niat saya menikah bila hanya berdasarkan menahan nafsu dan menjaga dari perbuatan maksiat apakah ia adalah alasan yang tepat bagi diri ini untuk menikah suatu hari nanti? Maka jawaban beliau adalah…………

“SALAH!!!”

Sontak saya kaget mendengar jawaban beliau. Apa maksud niat saya salah? Ya, sebenarnya itu adalah jawaban yang benar bila saya dinilai sebagai pemuda biasa yang dirudung niat ingin menikah. Namun saat ini saya tengah berada pada posisi dimana saya harus lebih kritis dalam menyikapi momen “menikah”. Alasan yang pas bagi seorang “pengemban dakwah”.

Bila alasan saya hanya sebatas karena calon istri saya cantik, 10 tahun lagi apakah kecantikan nya bertahan? Jika saja alasannya karena ia jago masak maka pantas ia nikahi, maka tukang nasi pecel lalapan adalah chef nomor wahid kalo disuruh masak. Bila alasannya ingin mencegah perbuatan maksiat, puasa saja selesai sampai nafsu mu mereda. Jika perlu ada yang meng-handle rumah saat suami bekerja, sewa saja pembantu untuk mengurus maka bersih lah rumahmu nanti.

Maka sebagai pengemban dakwah, salah satu tugas wajib kita adalah berdakwah disamping tegaknya ibadah kita pada Allah swt. Nah bila sudah tahu tugas “pengemban dakwah” adalah “berdakwah”, maka ketika kita menikah-pun haruslah untuk “mengamankan dakwah” kita juga. Jangan sampai ketika kita menikah kemudian aktivitas “dakwah” kita yang kita sematkan sebagai ibadah kita pada Allah swt menjadi terbengkalai gara-gara kita menikah. Jangan sampai ketika kita sudah menikah kita jadi seperti dalam lirik lagu dari penyanyi Tufail Al-Ghifary yang isinya :

Ngaji pulang

Ngaji Pulang

Habis Nikah, Hilang

Nah lho? Habis nikah hilang? Ya hilang. Hilang karena sibuk mengurusi keluarga kecilnya yang baru saja ia dapatkan. Ketika ia sudah menikah sang suami kerepotan cari nafkah dan urus keluarga, sang istri tak sempat halaqoh dan repot mengurus rumah tangga. Ini sangat berbahaya. Padahal kita tahu bahwa kita sebagai pengemban dakwah adalah harapan ummat saat ini dikala ummat tengah dalam kondisi kritis.

Maka alasan yang seharusnya kita renungkan saat ini adalah, “Bagaimana caranya agar ketika kita menikah, dakwah kita tetap istiqomah bahkan tambah semangat?” Maka alasan yang tepat khususnya bagi para ikhwan yang notabene nya adalah “pengemban dakwah” ketika akan melamar seorang akhwat adalah “agar mengamankan diri ini dalam berdakwah” dan “untuk menyelamatkan dakwah/agama sang akhwat yang juga seorang pengemban dakwah”. Karena kadang (ini yang dikatakan guru saya) akhwat yang belum nikah (disini saya kerucutkan kepada akhwat yang ikut sebagai pengemban dakwah) akan dihadapkan dengan kondisi seperti dijodohkan oleh orangtuanya yang bisa jadi sang calon ini akan menghalangi dakwah sang akhwat itu sendiri. Maka penting bagi seorang ikhwan maupun akhwat untuk memiliki visi dalam menikah adalah untuk dakwah pula (disamping adanya niat ibadah, menyempurnakan sunnah Rasul serta iman kita). Karena kita patut pahami bahwa dakwah merupakan salah satu ujung tombak dari agama ini tersampaikan kepada ummat. Suami berdakwah, istri pun ikut berdakwah

Sekali lagi, APA NIAT KITA MENIKAH ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s