Mau Buka Puasa Bareng?

Momen Ramadhan adalah momen tepat untuk saling mempererat tali silaturahmi. Lama tak jumpa kawan lama, rasa rindu ingin berkumpul. Canda tawa masa lampau ingin rasanya segera bertemu untuk mengobati rasa rindu ini. Maka dari itu diambillah momen Ramadhan khususnya di waktu menjelang azan maghrib untuk bisa bersama-sama berbuka puasa, entah di kafe maupun rumah makan lainnya. Sembari menunggu azan maghrib berkumandang diisi dengan saling mengobrol satu sama lain, berbagi pengalaman ini tak berjumpa, dan nantinya akan diakhiri dengan foto bersama untuk merekam momen kebersamaan.

Tapi hati-hati kawan, bisa jadi bukber (buka puasa bersama) anda akan menjadi salah satu penyebab anda dikenai dosa yang berat, bahkan salah satu sebab neraka menganga di depan mata kita nanti di akhirat kelak. “Kenapa bisa? Kita hanya ngobrol biasa lho, canda tawa bersama. Tidak sampai yang berlebihan lho. Ini bulan puasa lho, masa sih dibulan suci ini kami sempat melakukan dosa? Kalo penulis mau bahas soal sholat tarawih, insya Allah kami setelah makan langsung cari mesjid terdekat untuk ikut sholat berjamaah. Setelah itu kami lanjutkan makan-makan lagi deh.”

Iya mungkin banyak tulisan diluar sana yang membahas soal buka bersama kawan-kawan diluar sana jangan sampai kelewatan sholat tarawih berjamaah. Karena dibulan ini semua amal ibadah akan dilipat gandakan, jadi jangan sia-siakan waktu ibadah anda hanya untuk kesenangan belaka. Tapi…..saya tak akan bahas masalah yang sudah mainstream dibahas khalayak umum. Kali ini saya akan bahas soal Interaksi Anda Selama Buka Puasa Bersama. “Apa? Interaksi kami? Kami gak sampai main cewe atau zina lho bro! Apa yang salah toh“?

Sering kita jumpai, ketika acara bukber pasti yang hadir tak hanya kawan dari kaum pria, tapi kaum wanita dari kawanan tersebut hadir untuk ikut meramaikan momen setahun sekali ini. Memang tak salah untuk mengadakan acara kumpul bersama di momen yang suci ini. Tapi jangan nodai juga niat yang baik ini dengan satu interaksi anda tak sadari telah mengundang dosa hinggap di diri anda. Ya benar. Interaksi IKHTILAT. Padahal Islam telah mengatur bagaimana interaksi laki-laki dan perempuan dalam syariatnya.

Ikhtilat yang arti maknanya adalah percampurbauran antara laki-laki dan perempuan yang tidak hubungan mahram pada tempat. (Lihat : Al-Mufashshol Fii Ahkamil Mar`ah : 3/421 dan Al-Mar`atul Muslimah Baina Ijtihadil Fuqoha` wa Mumarosat Al-Muslimin hal. 111) dan hukum dari interaksi ikhtilat adalah HARAM. Kenapa bisa begitu? Karena akan terjadi beberapa keburukan yang diantaranya :

  1. Terjadi khalwat (laki-laki dan perempuan berduaan yang bukan mahram)
  2. Terjadi pelecehan seksual
  3. Terjadinya perzinahan

Kenapa bisa bahaya tersebut terjadi padahal kita hanya sekedar ngobrol biasa selama bukber“? Yup ini disebabkan bercampurnya banyak laki-laki dan perempuan dalam satu tempat dan momen serta dalam keadaan tersebut anda melakukan interaksi baik itu saling berbicara, memandang, bahkan bisa jadi saling menyentuh yang menimbulkan rangsangan syahwat yang nantinya memancing nafsu yang tidak di-inginkan seperti pelecehan seksual dan perzinahan.

Disana banyak laki-laki dan perempuan tidak hanya kami saja, bahkan seperti di kendaraan umum maupun di pasar terjadi yang namanya interaksi antara banyak laki-laki dan banyak perempuan dalam satu tempat. Apakah itu termasuk haram juga”? Untuk menjawab ini maka perlu digarisbawahi dulu apakah semua interaksi antar laki-laki dan perempuan disebut sebagai khalwat atau ada hal yang perlu di perjelas lagi? Ternyata tidak semua interaksi dapat disebut sebagai ikhtilat yang diharamkan. Apa saja contohnya?

  1. Pertemuan yang terjadi karena melakukan aktivitas yang dibolehkan syariah, contoh jual beli, belajar mengajar, merawat rumah sakit, kajian di masjid, ibadah haji dll.
  2. Aktivitas yang mengharuskan laki perempuan bertemu (pasar, restoran)

Dan syarat ikhtilat ini dibolehkan bila :

  • Menundukkan pandangan bagi laki-laki dan perempuan (QS an-nur 30-31)
  • Menutup aurat
  • Haram ber-khalwat (“Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan perempuan karena yang ketiga bersama mereka adalah syeitan”(HR Ahmad))

Bisa ditarik kesimpulan bahwa ikhtilat yang dibolehkan adalah ikhtilat yang memiliki udzur syar’i dan tak mungkin aktivitas itu di pisahkan antara laki-laki dan perempuan. Disamping itu juga bila dalam satu laki dan perempuan dalam satu tempat namun tak ada interaksi maka tidak termasuk ikhtilat.

Maka dari itu seharusnya acara bukber anda tidak mengharuskan laki-laki dan perempuan campur aduk dong, bahkan wajib dipisah. Silahkan kelompok laki-laki cari tempat makan yang berbeda, dan yang perempuan berkumpul bersama dengan sesama perempuan. Mari jaga kesucian Ramadhan ini dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah swt dan hindari dari aktivitas yang memicu diri ini kepada maksiyat. Selamat berbuka puasa bersama kawan-kawan tercinta anda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s