Kapan Menikah?

Pertanyaan bagi setiap orang yang ingin mengakhiri masa lajang. Bagi mereka yang tengah jatuh cinta dan akan melangsungkan pernikahan pun pasti akan bertanya hal ini pula. Bagi mereka yang masih bingung kapan masa lajangnya berakhir akan menanyakan hal yang sama. Kapan saya harus menikah? Kapan baiknya saya menikah? Kapankah saya akan dinikahi? Kapan menikah?

Pertanyaan diatas bisa anda jawab dengan berbagai sudut pandang tentunya. Ok pertanyaannya kapan penulis akan menikah? (*peep sensor, abaikan keadaan penulis sekarang!!!). Ok, back to topick.

Bila kita melihat dari sudut pandang Islam, maka bisa jadi anda tengah menanyakan waktu yang tepat dalam Islam untuk melangsungkan pernikahan dengan si dia…… (siapa???). Tapi kapan? Yap, dalam Islam, semua hari adalah hari yang baik. Kecuali bagi hari-hari yang memang telah ada satu tuntunan syariat yang akhirnya melarang hal tersebut dilaksanakan. Ada pula yang ingin melaksanakan pernikahan seperti Bunda Aisyah?

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ يُبْنَى بِنِسَائِهَا فِي شَوَّالٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ الثَّوْرِيِّ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ

“Rasulullah menikahiku pada bulan Syawal, & beliau menggauliku pada bulan Syawal. Aisyah suka menikahkan anak-anak perempuannya pada bulan Syawal. Abu Isa berkata; Ini merupakan hadits hasan sahih.
Kami tak mengetahuinya kecuali dari hadits Ats Tsauri dari Isma’il bin Umayyah.” [HR. Tirmidzi No.1013].

Perkara waktu mungkin sudah penulis jawab, tapi masih ada pertanyaan besar yang akan mengganjal dipikiran penulis saat ini, yaitu kapan tepatnya saya harus menikah? Bulan Syawal tahun ini? Bulan depan? Bulan Syawal tahun depan? Atau kapan? Dan kenapa saya harus bertanya ini? Ya harus!!! Harus dipertanyakan juga anda ingin menikah pada saat kapan? Siapkah anda menikah Syawal tahun ini? Atau setelah Idul Adha? Tahun depan-kah siapnya anda? Apakah anda bisa jawab?

Kenapa penulis bertanya tentang hal ini? Bukankah Rasulullah saw pernah berkata bahwa obat bagi mereka yang telah jatuh cinta hanyalah menikah, lantas kenapa penulis bertanya antara kesiapan diri dengan waktu? Apa relevansi dari hal ini? Janganlah penulis buat tulisan yang bertele-tele lah.

Inilah virus yang harus dibasmi. Virus dimana anda menyepelekan sudut pandang lain dari suatu objek yang tengah anda bahas saat ini. Bisa jadi objek yang anda bahas saat ini memiliki bahasan lain yang harus dibahas dari sudut pandang lain dan hal itu sangat urgent. Termasuk masalah menikah. Antara waktu dengan kesiapan, mereka memiliki keterkaitan antar satu sama lain yang tak bisa terpisahkan. Menikah secara tergesa-gesa tanpa ada persiapan matang hanya akan menjadi sedap di depan pintu pernikahan, setelah masuk lebih dalam akan muncul masalah yang akan merepotkan karena adanya beberapa hal yang tak kita persiapkan. Terlalu lama menunda-pun juga tak baik bagi tubuh dari anak adam dan hawa serta psikis serta keadaan anak-anak mereka kelak. Maka pemilihan waktu yang baik adalah waktu yang tepat yang berbanding lurus dengan persiapan sebelum menyambut pernikahan itu.

Pembaca yang dimuliakan Allah swt, inilah persiapan yang perlu anda lakukan dan menjadi bahan perhitungan untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk menikah.

  1. Siapkan terlebih dahulu niat serta visi misi anda menikah (Baca artikel “Apa Niat Kita Menikah?”). Mau membentuk keluarga yang seperti apa dan bagaimana cara anda membangun keluarga itu nantinya bersama pasangan anda kelak.
  2. Siapkan ilmu, ilmu bagaimana memuliakan istri dan menghormati suami, ilmu merawat dan mengasuh anak. Ilmu terkait poin ini sangatlah banyak dan tidak boleh hanya bersumber dari satu atau beberapa orang apalagi hanya dari internet. Haruslah belajar dari mereka yang sudah memiliki pengalaman berkeluarga khususnya dengan manajemen secara islami dalam menjalankan masa pernikahan mereka. Jangan pernah hanya berdasar dari para psikolog karena dasar psikolog hanya dari perasaan, padahal sebagai ummat muslim yang baik segala sesuatu harulah berkiblat kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah itu sendiri. Perbanyak pula membaca Sejarah Rasulullah saw dan para sahabat dalam membina rumah tangga mereka.
  3. Siapkan nafkah (bagi anda laki-laki hukumnya wajib sebagai kepala rumah tangga, sedangkan perempuan hukumnya mubah tergantung apakah anda memang berjiwa wirausaha). BIla belum punya pemasukan nafkah maka anda harus tahu setelah menikah nanti anda harus dapatkan nafkah dari mana. Jangan sampai anak istri anda terlantar karena mereka tanggungjawab anda sebagai kepala keluarga bagi yang laki-laki.
  4. Restu orangtua. MInta restu orangtua kita terkait pernikahan kita baik itu calon yang ingin kita nikahi maupun bentuk acara pernikahan yang ingin kita adakan (yang jelas haruslah syar’i).
  5. 4 hal diatas sudah anda perhitungkan? Waktunya anda siapkan “Kriteria” yang pas untuk anda. Pas itu harus seperti apa? Bagaimana ia dikategorikan sebagai pasangan yang pas untuk kita? Maka anda haruslah melihat diri anda. Apa sifat baik anda? Apa sifat buruk anda? Sifat yang seperti apa yang bisa mengendalikan diri anda? Orang yang seperti apa yang bisa mengimbangi sifat baik dan sifat buruk anda? Bagaimana dengan aktivitas anda? Siapa yang bisa mengimbangi aktivitas anda atau yang dapat menerima anda dalam aktivitas anda?

Ok waktunya perhitungan. Apakah anda dapat menghitung berapa lama anda persiapkan 5 hal diatas? 1 bulan lagi? 1 tahun lagi? Jawaban ada ditangan anda. Perbanyak pula berdoa kepada Allah swt baik itu dalam setiap sholat fardhu maupun sunnah serta sholat malam anda. Karena hanya Allah swt yang mampu mengetahui apa yang ada pada ciptaan-Nya.

Iklan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s