Wanita, Posisi-mu Hari ini…

Ok pertama-tama penulis mulai dengan sedikit cerita pengalaman yang baru saja dialami. Jadi begini ceritanya, pada suatu hari…. (muncul kepulan awan diatas kepala dengan kemunculan karakter kancil dan harimau macam kartun di TV? Haha ya gak gitu lah). Back to topic ya.

Ketika saya sampai di kampus disuatu pagi, seperti biasa saya menjadi wifi hunter (hoho mahasiswa banget) di sebuah gazebo di kampus. Sesampainya di satu bangku yang kosong, saya langsung siapkan peralatan perang (ya biasa lah, laptop + charger ditambah headset hehe). Saat itu mata ini terbesit untuk melihat sekitar dan ada satu pemandangan aneh. Saya melihat seorang wanita yang datang menghampiri setiap meja yang ada di gazebo saat itu. Selintas dari jauh wanita ini mengenakan make up dalam kategori menggoda (ini menurut mata penulis lho) dan pakaian yang kurang nyaman penulis pandang karena ia memakai kemeja ketat dan celana panjang jeans yang ketat pula. Penulis berpikiran dari gerak geriknya yang menghampiri setiap meja gazebo mungkin ia sedang mencari temannya untuk belajar kelompok.

Tak disangka cerita ini berlanjut kepada hal yang tak saya sangka. Wanita yang tak sengaja saya lihat tadi menghampiri kerajaan saya (meja aja dipanggil kerajaan, aduh penulis nih…). Di awal ia meminta izin waktu saya untuk mengobrol sebentar. Ternyata ia ingin menawarkan promo karaoke. Ditanyalah saya, “Apa mas suka karaoke?” dan saya jawab tidak begitu suka. “Tapi mas pernah dong ikut karaoke”, jawab wanita ini dan saya tak bisa berbohong kalau memang dulu saya pernah ikut karaoke itupun sekali seumur hidup. Nah wanita ini kemudian meminta izin lagi untuk duduk disamping penulis. Aduh bahaya sekali bila ia harus duduk samping saya, maka saya memohon untuk duduk didepan saya dengan saya menjaga jarak agar tak dikira kami berdua sedang berduaan (padahal dalam Islam, lelaki perempuan yang bukan mahram berduaan atau disebut khalwat hukumnya haram). Wanita itu dengan sedikit menyindir saya karena diminta duduk di bangku depan penulis. Dari sini saya berkesimpulan dia adalah SPG (Sales Promotion Girl) karaoke.

Selanjutnya, wanita itu ternyata menawarkan saya promo karaoke. Sebenarnya saya ingin mencoba menjaga komunikasi secara formal dan normal ketika saya coba pandang wajah dan matanya (karena dalam komunikasi yang baik antara 2 orang, mata adalah salah satu cerminan bahwa kita fokus antara pembicara dan pendengar), namun sayangnya karena wanita tersebut menggunakan make up kategori super menggoda, tak berhijab syar’i maka penulis tak berani memandang ia lebih lama lagi. Mulailah wanita tersebut menawarkan setiap promo yang ada dimana saya coba telaah dari cara pembahasannya seakan ingin menarik saya bahwa promo ini bagus dan sangat anak muda banget karena menawarkan ‘gratis’ yang cukup banyak dan waktu penggunaannya yang terbilang lama dan dapat digunakan berkali-kali. Yup, bahasa sales sekali yang digunakan.

Setelah semua penjelasan selesai barulah tahap ‘menggaet pelanggan’. Wanita ini mulai mengajak saya untuk membeli promo ini saat itu pula. Saya coba menolak dengan halus dengan menjawab, “Maaf mba, mungkin saya coba pikir-pikir dulu. Nanti bila saya mulai tertarik mungkin saya akan hubungi mba lagi”.

Godaan level berikutnya. “Mas ini saya tawarkan hari ini lho, sayang kalau ditolak”, jawab wanita ini dan mulai memainkan rambutnya yang entah saya bayangkan ia mencoba menggoda saya. Sungguh bila Islam tak ada dalam diri ini mungkin saya sudah meleleh, tapi saya coba tahan semaksimal mungkin.

“Emmm maaf mba saya tetap ingin pikir-pikir dulu, nanti bila sudah mantap barulah saya hubungi mba”, jawab saya. Wanita tersebut tetap memaksa saya bahkan mulai menggunakan bahasa jawa dan memainkan rambut dan kecantikannya agar saya mau merubah pikiran saya. Dan jawaban saya tidak berubah. Akhirnya orang tersebut pamit undur diri dari hadapan penulis.

Sungguh pemandangan dari cerita diatas sebenarnya sangat lumrah namun miris. Kenapa? Wanita yang oleh Allah swt disebut sebagai perhiasan yang sangat mahal, dizaman sekarang malah dijadikan sebagai barang murahan yang kesannya tidak ada apa-apanya. Tubuh mereka seakan mudah untuk diakses dari segi visual. Cek saja, mulai dari SPG rokok hingga SPG sapi (heh? Sapi?), kemudian kita cek di setiap acara di TV baik itu film, pembawa berita, entertainer, iklan dll. Pasti selalu ada elemen “wanita” yang wajahnya luar biasa cantik dibalut make up super menawan, tubuh seksi dan menggoda, dan pakaian yang (ah sudahlah tak perlu dijelaskan bentuknya).

Bukan berarti penulis alergi dengan semua wanita, tapi disini saya ingin sampaikan pada pembaca bahwa nasib wanita saat ini sungguh miris. Demi sebuah keuntungan wanita dijadikan objek eksploitas oleh suatu perusahaan atau bisnis demi meraup keuntungan. Tapi tahukah anda siapa yang diuntungkan disini? Ya para lelaki hidung belang ini. Mereka leluasa menikmati AURAT wanita yang bukan mahramnya dari segi visual dan tak jarang para lelaki ini mencari kesempatan untuk ‘menyentuh’ mereka. Ok mungkin bagi lelaki yang tak dapat rasakan mereka secara ‘sentuhan’ mungkin bisa dengan lekatkan bayangan para wanita yang telah mereka lihat tadi dalam khayalan mereka. Bayangkan hingga ia terus menggoda dalam benak para pria ini. Dan siapa yang dirugikan? Ya para wanita ini. Karena setiap pandangan nafsu dilayangkan pada para wanita ini, maka setiap detik pula dosa sang wanita ini mengalir dan akan jadi beban berat di akhirat kelak.

Dengan begini, wanita tak ubahnya seperti barang dagangan. Bila cantik ya dipajang dengan hiasan menawan. Bila jelek ya dipasang jadi budak atau buruh atau pembantu rumah tangga. Miris, bahkan rendah sekali.

Padahal banyak sekali dalil dalam Al-qur’an dan hadist terkait perintah bagi wanita untuk menjaga serta menutup auratnya dari mereka yang tak pantas melihatnya yaitu kaum lelaki yang bukan mahram mereka. Aurat-mu hanya boleh engkau tampakkan didepan ayahmu, saudara kandung laki-laki dan suamimu. Mereka yang tidak termasuk 3 orang tadi sangat haram memandang auratmu. Belum lagi larangan bagi seorang wanita berhias (memakai make up) di luar rumah seperti dalam Al-Qur’an surat al-ahzab ayat 33 yang artinya :

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu …”

Penulis ingatkan diakhir tulisan ini. Engkau sangatlah mulia, maka jagalah kemuliaan itu dengan segenap jiwa raga serta keimananmu. Auratmu adalah seluruh tubuhmu kecuali wajah dan telapak tangan seperti dalam hadist :

“Wahai Asma ! Sesungguhnya wanita jika sudah baligh maka tidak boleh nampak dari anggota badannya kecuali ini dan ini (beliau mengisyaratkan ke muka dan telapak tangan).[HR. Abu Dâwud, no. 4104 dan al-Baihaqi, no. 3218. Hadist ini di shahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah]”

Jangan biarkan auratmu dilihat bahkan disentuh oleh lelaki yang bukan mahrammu, tutup auratmu dengan hijab syar’i (kerudung yang menutup kepala hingga dadamu + jilbab/gamis yang menutup badanmu dari atas hingga pergelangan tangan dan kakimu + kaos kaki yang menutup kaki).

Jadikan dirimu mulia, wahai wanita…

Bentuk hijab Syar'i

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s