Bila Aku Marah…

Seakan otak ini mendadak ingin menumpahkan segala sesuatu panas yang telah meluap-luap. Mulut ini tak tahan untuk memuntahkan segala semburan api yang membakar dahaga ini tuk berkata. Setiap jengkal otot ini tak tahan untuk melancarkan serangan berupa tamparan maupun tendangan maut agar Ia segera sujud ampun.

Anda pernah merasa seperti diatas? Selamat, anda berada pada fase “Marah”. Namun apa yang penulis sampaikan diatas baru fase pra-marah. Belum ketika fase marah maupun pasca-marah itu sendiri. Setiap orangpun punya cara untuk melampiaskan kemarahannya kepada target agar diri ini terbebas dari rasa tak nyaman yang dirasakan saat ini. Penulis sampai hari ini baru mendapatkan dua jenis diantaranya :

Pertama, orang yang ketika marah akan blak-blakan. Open dan terbuka. Marah ya marah. Tidak perlu disembunyikan dan ‘hajar’ saja sampai masalah ini berakhir. Biasanya orang seperti ini sifatnya reaktif. Ia punya sebuah kriteria dan persyaratan yang tak boleh dilanggar dalam hidupnya. Baik itu untuk dirinya maupun orang-orang yang ada disekitarnya. Ketika batas kriteria dan syarat yang Ia miliki dilanggar, maka siap-siaplah untuk merasakan semburan mautnya (dikata naga apa? Haha).

Kedua, memiliki masalah tapi lampiaskan kepada hal yang lain. Contoh ada dua orang, sebut saja A dan B. A berbuat salah dengan B, namun si B tidak membalas maupun menanggapi si A secara langsung. Biasanya si B akan mencari tempat ternyaman dan hening nan sunyi untuk dirinya dan meminta agar biarkan Ia sendiri sementara waktu. Ketika sampai pada tempat yang Ia harapkan, maka “jangan ganggu singa dalam kandang”. Kenapa disebut begitu? Karena ia tengah berubah menjadi mode marah-nya saat ini. Baik itu dia tengah diam meditasi menjadikan marahnya dalam benaknya saja, atau ia mondar mandir nangis sambil melampiaskan amarahnya dengan benda-benda yang ada disekitarnya. Jangan ganggu singa yang seperti ini karena bisa jadi anda akan jadi santapannya….

Ih ngeri sekali ya? Wah takut rasanya bila harus menjadi pemarah seperti orang-orang diatas. Apalagi bila seseorang sudah pada tahap marah yang kelewat mengerikan seperti mengucapkan caci maki dan hinaan. Tapi pertanyaannya bagaimana ya bila diri ini suatu hari nanti malah menjadi karakter yang tiba-tiba dalam benak kita hanya ada satu pilihan yaitu “marah”? Apa bisa menghindari sifat marah?

Kali ini penulis akan sampaikan tips-tips penting terkait marah.

  1. Apa yang harus aku lakukan bila sebentar lagi akan marah?
  2. Apa yang harus kulakukan bila lawan bicara sedang marah?

Sebelum itu, penulis tekankan bahwa sifat marah yang saat ini kita bahas adalah marah yang tidak disyariatkan dalam Islam yang artinya kita sebagai manusia lebih baik tidak marah terhadap hal sepele. Lain hal bila yang dibahas sudah menyangkut agama, akidah dan Allah swt atau melihat sebuah kemaksiatan dihadapan kita maka sebagai ummat muslim wajib untuk marah bila agama kita di rendahkan begitu saja.

Yuk kita kita cari tahu tips dan trik menghadapi marah.

  • Bila diri ini marah. Mungkin bagi anda yang tengah dalam fase marah ini akan merasakan beberapa fenomena seperti yang telah penulis sampaikan di paragraf awal. Kepala panas, mulut mendadak pintar ingin menyemburkan semua kekesalan kita, dada serasa sesak seiring bertambahnya rasa kesal dalam hati. Nah penulis punya trik dalam menghadapi marah yang satu ini.  Pertama, cobalah untuk zikir mengingat Allah swt. Ini akan membantu anda mengingat bahwa Allah mencintai orang-orang yang menahan marah dan memberi maaf (QS ali imran : 134). Kedua, sempatkan diri ini mencari air, lalu minumlah atau ambil wudhu dari air itu. Ini dilakukan untuk meredakan rasa panas amarah kita. Terakhir ketiga, ambil posisi duduk (atau bila marah dalam keadaan duduk maka berbaringlah) kemudian mulai atur pernafasan anda dengan tempo se-lambat-lambatnya. Biasanya nafas dan detak jantung seseorang yang tengah dirudung marah akan bergerak sangat cepat. Untuk meredakannya maka dibutuhkan gerakan relaksasi seperti mengatur pernafasan. Bila ketiga saran penulis tadi anda lakukan secara terus menerus, otomatis marah anda akan hilang seakan-akan dari dada anda menghilang satu beban berat. Pada fase relaksasi inilah seseorang akan merasa kelelahan karena menyadari bahwa amarah yang ia rasakan telah membebani tubuhnya juga sehingga Ia akan memilih untuk berada di posisi yang nyaman terlebih dahulu agar kelelahan akibat marahnya tadi hilang.
  • Bila orang lain marah kepada kita. Jengkel dimarahi seseorang? Rasanya ingin membela diri dan berkata bahwa aku ini sudah salah maka jangan marahi aku lagi, pernah seperti itu? Atau ingin mengatakan bahwa kau salah sangka, aku tak melakukan kesalahan ini dan itu? Nah tipsnya sederhana kawan, pertama jangan terprovokasi dan sabarlah. Bila diri anda ikut terbakar dengan emosi lawan bicara atau kawan anda maka yang terjadi adalah perang dunia ke 3 yang menggegerkan langit dan bumi (penulis berlebihan ah). Sabar dan simak sebenarnya lawan bicara kita saat ini marah karena apa. Kedua, sarankan Ia untuk minum atau ambil wudhu agar kemarahannya reda. Ketiga jadilah pihak yang mengalah. Bila kemarahan Ia masih belum reda maka anda harus menjadi pihak yang mengalah, biasanya dengan keadaan seperti ini maka lawan bicara anda akan mulai meredakan amarahnya (meski kita akui bahwa kita tak salah). Ingat bahwa dalam sebuah pertengkaran atau sebuah perkara harus ada pihak yang mau mengalah dengan lapang dada. Terakhir yang keempat, beri Ia benda atau makanan yang ia suka. Dengan treatment seperti ini biasanya ampuh untuk meredakan seseorang yang tengah marah tak berujung.

Tips diatas bisa anda aplikasikan dilingkungan pertemanan anda, keluarga maupun pasangan anda (penulis masih sendiri saat menulis tulisan ini, hiks). Ampuh dan real berdasarkan pengalaman pribadi penulis. Selamat mencoba…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s