Jeniusnya Pelawak

Judul kali ini cukup menarik, tapi disisi mana? Sebelum itu ada baiknya anda saksikan video berikut ini untuk sekedar relaksasi sebelum melanjutkan bacaan artikel ini.

Coba perhatikan teman-teman yang anda miliki, penulis percaya salah satu dari mereka adalah orang yang mampu membangkitkan suasana. Keadaan sebuah ruangan yang berukuran 3 x 5 meter persegi berisi 7 manusia yang kesemuanya saling sibuk sendiri dan hanya bisa ngobrol basa basi (yang basi) sekedar tanya kabar dan tugas deadline. Tapi ketika datang si “Dia”, seakan ruangan yang segitu lengangnya seperti kuburan sudah bisa ribut bagai pasar karena Dia yang mampu membuat gelak tawa.

Mereka adalah orang-orang yang memiliki sense (bakat) melawak. Di dunia entertainer mereka para pelawak ini dibayar mahal sekali tampil baik itu di panggung sebuah pentas seni maupun di layar kaca. Mereka tampil baik itu sebagai solo (sering dalam stand up comedy) maupun berupa grup lawak dalam satu manajemen yang biasa bermain dalam satu panggung cerita.

Di kehidupan sehari-hari juga kita sering menemukan pelawak yang suka rela menghibur kita. Seperti paragraf kedua, mereka datang untuk membangun suasana. Tak heran teman-teman kita yang satu ini pasti akan selalu dirindukan setiap saat agar suasana yang berlangsung diantara mereka tak terasa senggang bagai padang pasir tandus yang kering kerontang.

Tak perlu pusing bagi mereka para lawak sense, mereka baru naik panggung atau masuk ruangan saja sudah membawa tawa untuk kita semua (baru masuk aja lho). Tak perlu kita berbincang yang terlalu berat untuk mengawali percakapan, karena ketika Dia berkata “A” saja bisa jadi sudah mengundang tawa satu ruangan saking tingginya lawak sense yang dimiliki. Tapi momen inilah yang selalu dirindukan setiap orang.

Namun yang penulis sayangkan adalah ketika mereka ini dipandang sebelah mata. Dianggap hanya sebagai pembawa hiburan “saja” yang seakan itu adalah hal yang remeh sekali. Gelak tawa namun tak ada harganya sama sekali. Sebuah profesi dan aktivitas yang sebatas buang-buang waktu karena hanya menampilkan banyolan diatas panggung.

Bagi anda yang melihat mereka pembawa tawa dengan sebelah mata, anda SALAH BESAR. Saya tegaskan bahwa mereka yang memiliki lawak sense adalah orang yang jenius sekali, dan jangan sekali kali anda menghina profesi atau kegiatan mereka dalam rangka membangkitkan suasana.

Kenapa bisa? Kenapa penulis seakan membela mereka? Apa karena penulis sebenarnya juga ingin melawak tapi tak pernah kesampaian karena selalu gagal dan absurd? (Oke sedikit curcol hehe)

Begini, para pelawak baik yang ada di layar kaca maupun teman-teman disekitar kita sebenarnya memiliki kejeniusan dalam arti lain. Bila kita menganggap jenius adalah orang yang mampu menghitung matematika 299998756 x 333311285 = banyak (semoga yang membaca hitungan tadi bisa selesaikan soalnya, bagi yang tak mampu silahkan anda tertawa tapi jangan dipaksa hehe), maka anda masih sangat sempit dalam mengartikan jenius.

Mereka jenius dibagian “Pemilihan diksi, kata, susunan kalimat, penempatan punch line dan momen pelepasan kesemua kalimat yang mereka rampungkan dalam otak dan bibir mereka di waktu yang tepat”. Serius, bila anda coba cek kembali video diatas atau survei kawan-kawan anda yang mampu melawak, maka sebenarnya mereka sangat hebat. Paham kalimat apa yang harus dikeluarkan dan kapan kalimat tersebut dikeluarkan agar target dari pelawak tadi mendapatkan kebahagiaan berupa tawa senang. Kejeniusan dalam bermain kata-kata ini sangat berguna bagi anda yang berprofesi penulis, entertainer/public speaker, maupun dalam komunikasi. Karena bagi anda yang berprofesi di tiga bidang ini, akan menjadi sia-sia bila tak mampu bermain kata-kata. Disinilah letak kejeniusan para banyolan.

Tak penting sejenius apapun anda bila dalam memilih kata-kata dalam penulisan maupun berbicara masih susah dan salah kata-kata maka anda takkan pernah bisa sampaikan maksud yang ada dalam otak anda. Maka para lawak sense ini mampu mengemas kejeniusan dalam berkata-kata yang sederhana namun mampu diterima orang yang mendengarkannya.

Bersyukurlah anda yang memiliki sense lawak maupun kawan seperti mereka, karena mereka dapat membawa kebahagiaan dimanapun ia berada. Jangan pandang sebelah mata orang-orang yang memiliki lawak sense, bisa jadi suatu hari kelak anda akan rindu momen tertawa bersama lawakan mereka.

Terima kasih, selamat membaca. Salam bakwan (biar saingan sama Cak Lontong, haha). Seharusnya Wassalamu’alaikum wr.wb.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s